06 December, 2011

Kepada Engkau Sahabat Sejati Ku

Sahabat Sejat menjadi tempat berbagi dan mengadukan keluh kesah kita. Sahabat Sejati juga mampu membantu kita keluar dari permasalahan, tapi jangan heran sahabat sejati juga mampu memaksa kita untuk berbuat sesuatu yang menurutnya itu yang terbaik bagi kita. Sahabat sejati rela kehilangan dan berpisah bila itu yang terbaik bagi sahabatnya. Berikut Kiriman dari salah seorang pembaca soal Sahabat Sejati.

Kepada engkau sahabat sejatiku.. Aku mengucap syukur atas segala yang terjadi di dalam hidupku.. Terima kasih karena aku telah dua kali mengulangi hal yang sama dalam pekerjaanku.. sehingga aku mengerti dan sadar bahwa kinerjaku jauh dari memuaskan .. terima kasih untuk wakilmu atasku, yang sempat mengacaukan pribadiku.. terima kasih karena aku boleh tinggal dan mengenal banyak karakter dari latar belakang yang serupa tapi tak sama... terima kasih atas keluarga yang tidak sempurna dan kami saling melengkapi akan semua hal itu... terima kasih untuk sebuah kehilangan seorang yang sangat berarti bagiku (karena kesalahanku sendiri sich.. hehehe... orang dianya udah biasa eh guenya yang gk biasa) dan aku tau engkau telah menyediakan penolong yang sepadan untukku.. 

Hanya doa yang bisa mengembalikan tulang rusukku ketika aku tidur bersamamu.. terima kasih... terima kasih.. dan terima kasih ... karena hidup itu berat dan aku tau dunia hanyalah sebuah transit dalam perjalanan kekekalan.. serta.. terima kasih karena pieter ebenhaezer seorang batu karang yang teguh, meski terkikis dengan ombak.. engkau selalu bertanya kepadaku"sampai dimana aku menolong?" ... aku berterima kasih atas semua hal yang telah dan akan menyaktiku karena dari situ aku mengerti akan suatu proses, dan aku terima kekuatan dan aku menjadi orang yang merdeka dan karena kasihmu.. aku percaya aku bisa.. karena engkau dari engkau dan untuk engkau ... Allah yang hidup ... 

Terima Kasih.

By TheThinkThink


Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment