04 January, 2009

Sosok Pengabdi Sejarah Melayu

Tidak banyak sosok yang mengabdikan diri pada dunia sejarah, terutama sejarah kepahlawanan dan Melayu. Di antara sedikit sosok itu ada nama Prof Suwardi MS, seorang akademisi, sejarawan, ilmuan, budayawan dan kadang juga politisi.

Seperangkat ‘’profesi’’ yang patut disandang Prof Suwardi tentunya cukup menggambarkan kapasitasnya, yang juga cukup kompleks. Namun yang paling kerap disandangkan pada pria 70 ini adalah kapasitasnya sebagai sejarawan. Kini ia dikenal sebagai ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Riau.


Di antara bukti konkret kapasitas Prof Suwardi sebagai sejarawan itu adalah gelar kepahlawanan yang disandang tiga pahlawan nasional asal Riau. Diakuinya tiga pahlawan nasional dari Riau, yakni Raja Ali Haji, Sultan Syarif Kasim II dan Tuanku Tambusai, tak lepas dari andil Prof Suwardi, selain tak juga menafikan tokoh-tokoh dan sejarawan lainnya. Suwardi dengan tekun melakukan pengkajian sejarah tentang sosok-sosok pahlawan dari Riau, mengangkatnya dalam seminar dan mengkodifikasinya sehingga berbentuk buku. Lalu dengan kebersamaan yang kuat dari berbagai elemen, lewat usulan berbagai pihak, maka ketiga pahlawan itu akhirnya diakui sebagai pahlawan nasional.

Buku ini mengangkat sosok Prof Suwardi sebagai isu utamanya. Sejatinya buku ini memang tidak murni ditulis sebagai buku biografi. Bisa dikatakan, ini hanya setengah biografi, bahkan kurang dari setengah. Dari segi sistematika, separuh buku ini memaparkan tentang berbagai tulisan, makalah yang bersifat ilmiah dan sebagian besarnya berkaitan dengan sejarah. Sedangkan separuhnya lagi berisi tentang komentar dari kolega Prof Suwardi tentang diri dan kapasitasnya. Adapun tentang biografi Prof Suwardi sendiri, tidak dikupas secara cukup mendalam. Mungkin buku biografi pertamanya, 65 Tahun Prof Suwardi: Kerja Keras, Pengorbanan Menggapai Sukses (2004), sudah dianggap cukup. Buku ini hanya sekadar melengkapi.

Penyelenggara buku ini sendiri menyebutkan bahwa buku ‘’semi-biografi’’ ini diterbitkan dengan beberapa latar belakang. Pertama, penerbitan buku ini dilatarbelakangi oleh rasa penghormatan kepada tokoh sejarah dan ilmuan yang dinilai berjasa di Riau. Tradisi dalam masyarakat ilmiah memang mengemuka bahwa untuk menghargai suatu tokoh ilmuwan, diperlukan adanya sebuah buku. Prof Suwardi dianggap berjasa dalam dunia pendidikan, kesejarahan dan kemelayuan. Suwardi dianggap memiliki andil besar dalam menulis sejarah Riau serta mengangkat ‘’mutiara Riau yang terpendam’’, di antaranya yang melahirkan pahlawan nasional dari Riau.

Kedua, buku ini dapat menjadi sebuah kenang-kenangan dari kolega, mahasiswa, untuk melepas Prof Suwardi memasuki purna tugas. Lalu yang ketiga, memberikan kesempatan pada kolega yang tak sempat menyumbangkan tulisan dalam buku biografi sebelumnya.
Buku ini memang tidak dapat dikategorikan sebagai sebuah biografi. Muatannya yang lebih kompleks dari sekadar biografi menjadikannya cukup unik. Apapun itu, kehadiran buku ini patut diapresiasi sebagai sebuah buku yang memaparkan sosok sejarawan Riau yang tekun mengabdikan ilmu dan wawasannya untuk bangsa, negara dan daerah.***
Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment