04 January, 2009

Cerpen Pendidikan - Mendulang Harta

Hari panas terik. Sang surya bersinar dengan ganasnya. Membuat ubun-ubun terasa mendidih. Aris mempercepat langkah menuju rumahnya. Akhirnya sampai juga. Dia duduk melepas lelah sambil membuka sepatunya.
‘’Huh, lega rasanya,’’ ia menghela napas dan beranjak masuk ke dalam. Baru saja melangkahkan kaki ke dalam rumah, ia menemukan uang berserakan di lantai.

‘’Hah, uang apa pula ini Mak,’’ katanya heran. Tentu saja dia heran. Di zaman serba sulit ini uang dibiarkan berserakan di lantai begitu saja. ‘’Untung aku bukan maling yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah,’’ pikirnya nakal.

“Uang punya Mak. Berikan sama Mak. Bapak mau keluar,’’ sahut bapak.
‘’Hmm, Mak sudah punya uang sekarang. Jadi, aku bisa minta uang untuk membayar uang les dan LKS,’’ pikirnya.
‘’Maaak, Oo Maaak,’’ panggil Aris.


‘’Ada apa Ris. Ganggu orang saja kamu ini,’’ kata maknya jengkel.
Lalu Aris menyerahkan uang tersebut pada maknya. Ia menjelaskan bahwa uang les dan LKS-nya belum dibayar. Sedang pihak sekolah sudah beberapa kali menagihnya. Tapi bukannya diberi uang, dia malah dimarahi oleh maknya.
‘’Saya heran dengan sekolah kamu itu. Banyak sekali tetek bengek yang harus dibayar. Kan ada dana BOS. Untuk apa dana BOS itu? Sudahlah, tidak usah kamu sekolah. Buang-buang uang saja. Sekarang karet itu tidak berharga, tahu?’’ Katanya dengan muka merah menyala.

Aris sudah menjelaskan bahwa dana BOS itu tidak mencukupi, karena sekolahnya hanya sekolah swasta dan banyak memakai tenaga honor. Tapi maknya tidak mau tahu dengan semua itu. Dia malah menyuruh Aris cari uang sendiri. Kemanakah uang kan dicarinya? Ah, Emak tak mengertilah dengan pendidikan. Padahal pendidikan itu sangat penting. Dengan pendidikan kita akan bisa menatap masa depan yang gemilang.
‘’Buat apa kamu sekolah? Lihat itu hah, banyak yang sekolah tinggi, tapi akhirnya cuma jadi pengangguran, kan? Jadi buat apa sekolah?’’ tambah maknya lagi.

Aris lebih memilih diam dari pada menjawab omongan maknya. Ia menyayangkan kenapa maknya mempunyai pola pikir yang terbelakang seperti itu? Sekarang orang berlomba-lomba mencari ilmu, tapi mak malah melarangnya.
‘’Mak... mak, mengapa Emak lebih suka mengumpulkan uang, beli emas, dan membanggakan diri pada orang lain dari pada menyekolahkan kami anak-anak mak. Itu akan lebih bermanfaat,’’ gumamnya dalam hati.
Aris sudah lelah mendengarkan omelan emaknya itu. Dia keluar dan pergi entah ke mana.

Sedangkan si Lina, adiknya baru saja pulang dari sekolah SMP yang tidak jauh dari rumahnya. Setibanya di rumah, mak menyuruhnya mandi dan berpakaian yang bagus. Tidak biasanya mak seperti ini. Ternyata si Lina akan dilamar oleh Pak Anto duda kaya yang tinggal di desa sebelah. Tentu saja Lina menolak dengan keras semua itu. Namun, mak tetap bersikeras dengan kemauannya. Ia sama sekali tidak memikirkan bahwa anaknya itu di bawah umur untuk menikah. Apalagi akan dinikahkan dengan seorang duda. Ah, benar-benar tidak masuk akal.

Emak sudah terpengaruh oleh harta. Mak bilang, ia iri pada teman-teman arisannya yang kaya dan hidup mewah. Sedangkan mak tidak punya apa-apa. Mak ingin menabung untuk menggapai semua itu. Kalian tidak usah sekolah. Hanya menambah beban saja.

Hari-hari berikutnya, Aris tak lagi bersekolah. Ia berhenti dan bergaul dengan teman-temannya yang tidak sekolah. Sebenarnya hati kecilnya selalu sedih tiap kali melihat teman-temannya bersekolah. Tapi apa mau dikata, mak sudah tidak mau lagi menyekolahkannya.

Setiap kali ia ikut teman-temannya dan tampaknya ia juga mulai terpengaruh oleh teman-teman baru itu. Sedangkan mak sudah tidak peduli lagi dengannya. Ia sibuk mengumpulkan harta, apalagi sekarang ia telah punya menantu kaya.
Waktu terus berjalan. Aris semakin terjerumus dalam kehidupan yang tidak memiliki masa depan. Ia telah berubah. Hingga suatu hari dengan tergopoh-gopoh, Enda temannya Aris datang dan memberitahukan pada Emak kalau Aris ditangkap polisi tadi malam. Tapi sekarang ia dirawat di rumah sakit. Overdosis katanya. Habis pesta sabu-sabu.
Bagai guntur di siang bolong, Emak dan bapak kaget bukan kepalang. Tapi apa mau dikata. Itu salah mereka, mereka yang menginginkan anaknya seperti itu. Mak menangis-nangis menyesali perbuatan dan siapnya yang tak mau menyekolahkan anaknya itu.

‘’Sudahlah Nur, mudah-mudahan Aris lekas sembuh dan kita bisa kumpul lagi seperti dulu. Akan kita bina keluarga kita. Biarlah kita hidup sederhana, asalkan hati dan keluarga kita bahagia,’’ kata Bapak dengan mata berkaca-kaca, ia berusaha menenangkan hati mak.

‘’Bapak benar, kini mari kita bina dan songsong keluarga sakinah,’’ kata mak mantap.


Cerpen Tentang pendidikan ini adalah Karya Isra Khasyyatillah

Pemenang III dalam Lomba Mengarang Cerpen Berbahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs se Kabupaten Kampar, 22 Desember 2008 Berasal dari MTs Desa Sawah- Kampar.
Artikel Terkait
Share this article now on :

46 komentar:

Anonymous said...

cerpennya bagus dan menarik buanggett . .

natural .
di kehidupan jamann sekarangg .

Anonymous said...

seruuuuuuuuuuuuuuu twuh cerpennya jadi inget masalah ortu dulu..............

Anonymous said...

wah..wah..
cerpen na penuh degan idialisme..

..izta,,

safani said...

sangat sederhana tapi mudah dicerna, lebih menarik lagi klo dalam cerita itu ditampilkan perjuangan sat-saat sulit, jadi lebih berkesan.

Anonymous said...

op0 kuwi panjang banget

Anonymous said...

gddddddddddddddddddddddddddddd

Anonymous said...

.............................

Anonymous said...

Oce lala......

Cerpennya bagus bnget, Q ambil cerpennya and q pasang di mading scol. ternyata bnyak tang suka.

Tapi kata mereka terlalu panjang, klo bsa lebih pendek pasti bagus.

[ Jack_The_Ripper]

Xpresi Blogger said...

@jack: terlalu panjang ya, kata sebagian orang malah kependekan..

Anonymous said...

...?????
Is vERy GoOd. . .

Anonymous said...

kaya bapet

Anonymous said...

apek bged cerpene

Anonymous said...

BAGUS KONTOL

gita said...

bagus bgt,,,, aq suka

Usman Yusha said...

sangat tertarik akan puisinya.demi kemajuan pendidikan mari curahkan lewa pemikiran yang positif.silahkan kunjungi blog saya http://uyusha.blogspot.com.untuk saling berbagi ilmu

Anonymous said...

wah your cerpen very good.succes

chiepsnani said...

sm06a cerpen u tambah penggemar x.nanik

Anonymous said...

bagus......
mencuri hati untuk membacanya......
^_^

Ratna S... said...

"Bagusssss........ bngt N' mendidik choy....."!!!

moe said...

"keereeeeeeeeennnnnnnnnn.....bangt xOuh"

Anonymous said...

Kereeeeenn ceee keren,,,,,,,,, Tp crtaNyaaaaaaaaa pnjaaaanggggg bgttttttt jd mllzzzzzz mw bcaaaa................

^,^

yuni said...

PuaNjanx bgdzzzz cRpEn'a.............
so mlz bca....

nanang said...

AKU SUKA
SUKA BANGET TOP BGT

Anonymous said...

mantap cuy.....

Anonymous said...

anjing nih cerpen aso kyk ppek by molana darwis and sajud

Anonymous said...

nanan anjenk

linda said...

ich,,,,,.... mlazzzzzz buangeeedddzzzzz bcanya,, gag da wak2 x wat bca,,,,....
mg wad'a gag cpex pa????????????

Anonymous said...

buat kalian-kalian yang udah ngehina nih cerpen. .

jangan songonk n' sok hebat deh. . .
blon tntu loe-loe pada bisa buat cerpen kya' gni.
loe semua blon tntu lebih baik dr penulis nih cerpen.
blagu bgt jd org. . . .

klo nih cerpen jelek,, gag mungkin dapet juara se kabupaten mskipun cuman juara III.
dasar bego' loe smua. . . .

Anonymous said...

bagus ya cerpennya :)

ghina said...

mantabb ..
tpy agak lebaii ...

Anonymous said...

gax seru coz blm baca....hehehe....

amar said...

makasih cuyz

Anonymous said...

crpeend.ny pnjnk bnrr qwoe mpe cpee bgd bcaa.ny.....
biiza bqiiendd lbh pndg agge gaag ??????
cpeee thaoo bcaa.ny....
hehehehehehehehehehheheheheheheh....

by:yenny imoethzzzz
08563814840
081936006955

nadia p anggraini said...

katanya cerpen,,,, kuq panjang baungetz???
-nadia puspita anggraini

Anonymous said...

wach ceritanya bagus, menambah inspirasiku............................

Anonymous said...

cerpennya menarik dapat memberi gambaran dengan orang tua supaya dapat mendidik anak dengan baik hingga menjadi anak yang berguna .................!!!!!@

heru said...

bagus sekali sangat mendidik .....

Anonymous said...

wahhhh.....bagus tuu...aq suka banget walaupun panjang.slamat yaa udh dapettin juara 3 semoga cerpen nya lebih bgus lagiie..dan menarik dan dapetin juara 1 okkeeeeeeeee.............

"IS VERRY GOOD I LIKE IT "

mariani said...

cerpen nya bagus.....

Anonymous said...

Good idea...
tingkatkan age ea

Lumayan kereeen kugh.<<

ar'y said...

cerpen kamu boleh juga. baca juga cerpen aku. " asa ditengah papa" klik blog.

Anonymous said...

Kerennnn Bangetttt

ank sekolah said...

bleh di copy gk? buat tugas sekolah :(

4thelostdream said...

cerpen nya bagus.. :)

Bocah Update said...

aku izin copy ya buat tugas besok...
disuruh mencari cerpen mendidik nih...

Anonymous said...

cerpennya bagus thu nd menarik lagi....,bisa menjadi motivasi khususnya bagi kaum muda.
Tetaplah trus membuat cerpen yha....,smoga sukses selalu...
Amiin

Post a Comment