02 July, 2011

Ciri-ciri Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks)

kanker leher rahim (serviks) Ciri-ciri Penyakit Kanker Leher Rahim, gejala-gejalaGejala dan Ciri-ciri Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks) - Kanker Serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada bagian leher rahim. Leher rahim terletak antara uterus (rahim) dengan vagina (liang senggama). Kanker leher rahim (99 %) di sebabkan oleh Human Papilloma Virus Onkogenik (HPV).Penyakit Penyakit kanker leher rahim dapat menimbulkan kematian dan disfungsi organ seksual wanita. Penyakit kanker leher rahim pada stadium dini tidak menunjukkan gejala-gejala yang terlihat. Pendeteksian dini pada kanker leher rahim dapat diketahui dengan pemeriksaan secara rutin.

Penyakit kanker rahim membutuhkan waktu perkembagan 5 tahun sampai dengan 15 tahun untuk mencapai stadium lanjut. Wanita yang rentan terjangkit penyakit kanker leher rahim berusia antara 30 tahun sampai dengan 50 tahun. Wanita yang telah berhubungan intim sebelum usia 16 tahun beresiko dua kali lebih tinggi untuk terjangkit penyakit kanker leher rahim dibandingkan dengan wanita yang berhubungan intim pada usia di atas 20 tahun. Penyakit kanker leher rahim juga bisa di karenakan oleh faktor keturunan. Bagi mereka yang memiliki faktor keturunan kanker leher rahim maka akan lebih mudah terkena kanker leher rahim dua atau tiga kali lipat lebih beresiko.

Penggunaan pil kontrasepsi dalam jangka waktu di atas 5 tahun juga merupakan pemicu dari penyakit kanker leher rahim. Selain kedua hal di atas, memiliki anak lebih dari 5 anak juga menjadi pemicu terjadinya penyakit kanker leher rahim. Sering berganti-ganti pasanggan, merokok dan pola hidup tidak sehat juga menjadi penyebab kanker leher rahim.

Berikut adalah gejala-gejala dari penyakit kanker leher rahim

1. Pendarahan di saat berhubungan intim atau yang di kenal dengan nama Contact Bleeding.

2. Keputihan yang berlebihan. Keputihan yang di alami disertai darah dan bau yang tidak sedap. Keputihan di sertai dengan rasa nyeri pada bagian vagina. Cairan keputihan yang dikeluarkan tebal dan berair. Namun kondisi ini tidaklah sama pada setiap wanita.

3. Pendarahan di luar siklus menstruasi.

4. Pendarahan setelah memasuki fase menopause.

5. Pendarahan yang mucul ketika dilakukannya vaginal douche (Pembersihan vagina secara medis dengan menggunakan cairan-cairan tertentu).

6. Pendarahan pada menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak mengeluarkan darah dari sebelumnya.

7. Penurunan berat badan yang drastis. Wanita yang menderita obesitas juga lebih beresiko terjangkit penyakit ini.

8. Nyeri pada panggul. Pada tahap ini penyakit kanker leher rahim sudah menyebar sampai dengan area panggul. Nyeri pada panggul menjalar sampai dengan punggung dan pinggang.

9. Hambatan dalam berkemih. Penderita kanker leher rahim sulit untuk buang air kecil atau ketika buang air kecil merasa nyeri dan sakit.

10. Pembesaran organ di sekitar uterus. Organ yang lebih mudah mengalami pembesaran adalah ginjal.

Jika penyakit kanker leher rahim sudah terdeteksi maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan operasi, radioterapi dan kemoterapi. Tindakan medis yang diambil tergantung dari stadium penyakit kanker leher rahim yang bersangkutan.
Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment