19 May, 2011

Puisi Merampas Mimpi

Merampas Mimpi

dan semua yang ku rangkai dalam satu malam
kini pecah, hilang dalam mimpi
senja yang tak lagi bermain di mataku
kaku jiwa yang terikat pada lelah
entah dari mana datangnya sebutir tawa
tapi itu tawa luka
hancur resah menusuk
aku tetap berlari mengejar pintu mimpi
tersandung...div class="fullpost">
terjatuh bergelimang doa-doa
ratap ku pada bulan yang tak lagi menari
menghiasi mimpi sang pemimpi
bukalah aku pintu mimpi
agar aku bisa menangis mencari air mataku yang hilang
itu mimpiku
jangan kau rampas lagi wahai tangan dengki
dingin panas aku meniti
perih dua telapak kaki
darah
darah mengalir deras di atas mimpi
jauh, masih jauh aku mencari mimpi ku
yang dulu sempat aku titip dalam satu malam
grimispun menangis tak berhenti
lari lagi luka
lesu bermain merangkak dan aku terjatu lagi
kali ini dua kaki lumpuh tak lagi menopang tubuh malang
bersama bayang kupu-kupu biru
menuntun ku
menggenggam jari-jari kebasku
sayap harap rindu
ku tabur doa di mimpi ku
semoga tumbuh subur bunga-bunga mimpi
indah bukan neraka mimpi
aku tersenyum rendah di celah kaki bukit mimpi
terlelap.

---------------------
Nurhalim Hafis, Mahasiswa STAI Bengkalis Semester IV A PBI
Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment