10 April, 2011

Asal Muasal Ramalan

Asal Muasal Ramalan

Semua bangsa memiliki ramalannya masing asal muasal ramalanmasing. Ramalan bangsa Inca, Ramalan Jaya Baya, Ramalan Shio, Ramalan Bintang dan sebagainya. Ramalan berasal dari bahasa latin divinere yang artinya mendapatkan pencerahan dari sang ilahi. Selama berabad abad sang peramal berusaha mendapatkan tanda-tanda yang sebagian besar berasal dari tenaga supranatural seperti malaikat, dewa, jin dan sebagainya.

Namun banyak juga yang menggunakan tanda-tanda alam sebagai dasar ramalannya. Bangsa-bangsa primitif umumnya menggunakan ramalan untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari sedangkan bangsa modern menggunakannya sebagai alat kewaspadaan di masa mendatang. Pola dan ‘pembacaan’ selama berabad-abad berusaha di rumuskan dan di kemas sesuai dengan waktu. Hal yang paling modern dari ramalan adalah ramalan bintang atau zodiac. Ramalan tipe ini sepertinya berhasil untuk tetap eksis sampai saat ini.

Dengan berkembangnya agama, ramalan dan telaah dianggap sebagai hal tahayul dan tidak diperkenankan lagi. Hukuman mati di berlakukan bagi mereka yang melakukan tindakan peramalan. Hal ini yang membuat ramalan bergantung pada kepercayaan dan tidak ada bukti konkret bahwa ramalan tersebut 100 % murni benar.

Metode ramalan yang tertua yang umum dikenal adalah metode mimpi (oneiromancy). Metode ini sangat umum digunakan pada zaman para nabi, dimana mereka bermimpi tentang pesan yang berasal dari malaikat ataupun sang ilahi. Hasil dari metode ini umumnya terdapat dalam kitab-kitab agama yang berbasiskan pada agama jenis yahudi dan pengembangannya serta agama-agama lain yang mengakui adanya malaikat dan tenaga supranatural.

Selain metode mimpi terdapat juga metode Onomancy yaitu meramal berdasarkan nama ataupun angka. Ramalan tipe ini berkaitan erat dengan angka (numerology). Pada metode ini, pemberian nama terhadap seseorang memiliki arti yang harus ia bawa seumur hidupnya.

Seringkali kita mendengar bahwa seseorang anak nasibnya tidak mujur karena keberatan nama. Dalam pemberian nama juga tersimpan mimpi dan harapan kedua orang tuanya di masa mendatang. Metode nama dan juga angka juga di gunakan dalam ramalan china yang menitikberatkan pada tanggal lahir, waktu kelahiran, hari kelahiran dan sebagainya. Kelahiran seoarang anak dapat langsung di artikan dengan menggunakan metode ini. Terkadang ketika bayi tersebut lahir mereka langsung bisa memvonis apakah anak ini membawa keberuntungan atau petaka. Berdasarkan hal tersebut pada pihak keluarga dapat segera mencari penangkal atau melakukan tindakan tertentu untuk mencegah nasib buruk. Metode yang serupa juga digunakan di Indonesia yang dikenal dengan primbon yang di dasarkan pada penanggalan jawa. Penanggalan jawa cenderung digunakan untuk keperluan ibadah dan keperluan sehari-hari. Seperti hari yang baik untuk menikah, memulai usaha dan sebagainya.

Metode-metode di atas berbeda dengan metode yang digunakan pada ramalan Yunani kuno. Ramalan yunani kuno digunakan untuk melihat kemenangan dalam medan perang. Para peramal menggunakan arah aliran darah kambing untuk mengetahui apa yang hendak terjadi. Tentu saja jenis ramalan ini sangat bergantung pada induvial peramal itu sendiri. Jika peramal itu berbohong maka tidak akan ada yang tahu. Selain ramalan bangsa Yunani kuno terdapat juga ramalan Bangsa Astek yang menggunakan benda-benda reflector seperti cermin dan air. Dalam meramal mereka juga menggunakan tanaman-tanaman herbal yang bersifat halusinogen. Hal ini yang membuat hasil ramalan di ragukan karena merupakan produk dari ilusi. Metode ramalan yang demikian sudah tidak popular lagi di zaman modern ini. Di zaman modern metode peramalan yang masih bertahan dan populer dengan sangat baik adalah metode kartu dan metode astrologi. Kedua metode ini tergolong bisa dipelajari dan umumnya tidak membutuhkan tenaga supranatural tertentu untuk dapat menguasainya.

Metode kartu lahir di abad 18, 19 dan 20. Kartu digunakan sebagai medium ramalan. Kartu yang umumnya digunakan berupa kartu bridge dan kartu tarot. Kartu-kartu ini digunakan untuk mengetahui keberuntungan, kematian, nasib dan jodoh mereka Dalam prakteknya mereka menggunakan lambing-lambang dalam kartu bridge untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi atau apa yang akan terjadi dengan mereka. Hal ini berbeda dengan kartu Tarot yang berbentuk khusus dan memiliki gambar-gambar yang mengacu kepada bentuk-bentuk system yang ada pada zaman perancis kuno. Setiap gambar pun memiliki arti-arti yang berbeda. Pembacaan kartu tarot menitikberatkan pada perjalanan hidup seseorang dan apa saja yang akan ia lalui nanti. Ramalan kartu tarot di gunakan kaum gipsi untuk menuntun mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Metode Astrologi adalah sebuah metode yang menggunakan gerakan benda-benda langit seperti bintang, matahari dan sebagainya sebagai alat untuk membaca takdir, alat untuk memprediksi kejadian alam, penentu kepribadian seseorang dan sebagainya. Metode astrologi cenderung untuk melihat gejolak alam dalam penafsirannya. Bagi mereka alam meruapakan alat bagi sang ilahi untuk berkomunikasi dengan mereka. Metode Astrologi inilah yang mendasari ramalan bintang atau zodiac, ramalan shio, jyothisa dan sebagainya. Walaupun pembuktiannya masih bias, namun zodiac merupakan salah satu ramalan yang sangat populer dan banyak di yakini.

Ramalan bintang atau zodiak merupakan ramalan yang mengandalkan pada rasi bintang di langit. Ramalan zodiak cenderung di gunakan untuk memprediksi karakter seseorang seumur hidupnya dan juga untuk mengetahui keberuntungan mereka masing-masing secara Tahunan. Terdapat 12 rasi bintang yang digunakan sebagai dasar ramalan yang teramu dalam 12 horoskop yaitu Aquarius, Pisces, Aries, Leo, Taurus, Sagitarius, Cancer, Gemini, Scorpio, Capricorn, Virgo dan Libra. Walaupun asal muasal ramalan adalah hal yang bias namun kita bisa melihat kekuatannya terhadap masyarakat pada umumnya. Hal ini sangat terlihat ketika sangat umum dan maraknya menempatkan ramalan bintang atau horoskop pada suatu majalah atau Koran dan lain-lainnya.
Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment