17 February, 2010

Naskah Pidato HUT RI, 17 Agustus 2011

Jika anda pak RT/RW, ketua pemuda mendapat tugas menyampaikan sambutan Pidato Naskah Pidato 17 Agustusan, HUT RI inilah contoh naskah Naskah Pidato HUT RI saat agustusan 17 Agustusan.

Pidato 17 Agustus 2011
---------------------------------

Bapak-bapak dan ibu-ibu
Assalamualaikum Wr Wb
Pada hari ini kita bersyukur kepada Tuhan YME, bahwa kita dapat berkumpul di NIT untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-65. Peringatan ini menjadi semakin unik, karena dua hal :

1. kita merayakan di negeri orang
2. peringatan HUT RI dalam bentuk upacara, terakhir dilakukan tahun 1997, sebelum Krismon, saat ketua PPI Jepang Tengah dipegang oleh Sdr. Dodi Novi Darwis.
Di hari yang sangat unik ini, saya ingin berbagi sedikit renungan kepada bapak dan ibu, mengenai nilai baik yang dapat kita ambil dari masyarakat Jepang. Nilai itu adalah “bagaimana mewujudkan suatu target”. Kita semua tentunya harus bekerja, karena dengan begitu kita dapat hidup. Tapi pandangan tiap orang terhadap pekerjaannya berlainan. Ada yang menganggap pekerjaan sebagai hukuman, sehingga dikatakan I hate Monday, atau ada juga yang bilang monday is mondai (jp:masalah). Tapi ada juga yang menganggap pekerjaan sebagai hobby, sehingga seorang professor Jepang menganjurkan agar kita saat masuk dalam kehidupan lab. memakai paket seven eleven. Kerja mulai pukul 7 pagi, selesai pk.11 malam.

Saya hobby melihat film, dan kali ini akan mengajak bapak dan ibu membicarakan satu film, yaitu satu episode project X. Dalam satu kesempatan ada satu filosofi seorang peneliti Jepang yang berkesan di hati saya. Apa arti pekerjaan atau penelitian bagi anda ? Beliau mengibaratkan idé atau kreativitas itu sebagai anak. Saat kita dikarunia anak, kita sangat bersyukur. Anak itu kita rawat kasih sayang. Kalau baik kita puji. Kalau nakal kita ingatkan. Tiap hari kita mencucurkan keringat, bekerja agar bisa menghidupi anak dan istri kita. Selang berpuluh tahun, barulah kita melihat hasil jerih payah kita tersebut. Tentunya kita akan sangat bahagia jika anak kita berhasil di sekolah, berakhlak baik. Sama halnya dengan ide atau kreativitas. Di filem itu filosofi yang beliau sampaikan adalah “Cintailah ide itu seperti engkau mencintai anakmu”. Saat ide itu timbul, kita perlu rajin mendokumentasikan. Kita besarkan anak yang bernama “ide” ini setiap hari, kita analisa dari berbagai sisi. Diuji dari sana dan sini. Kalau eksperimen berhasil kita syukuri, kalau gagal kita cari penyebabnya. Berjam-jam kita habiskan untuk mengembangkan ide itu agar dapat berhasil. Kecintaan pada ide ini kelak akan berbuah. Ide atau kreatifitas yang matanglah yang kelak akan berbuah menjadi penemuan yang besar.

Bapak-dan ibu,
Bangsa kita tidaklah kalah dengan bangsa Jepang maupun bangsa lain. Banyak rekan-rekan kita yang berpresetasi di forum internasional. Jadi secara potensi kita tidak kalah. Hanya saja ada satu kekurangan yang kadang saya rasakan. Kita kurang tekun dalam mencapai satu sasaran. Di Indonesia seringkali kegiatan dilakukan secara mendadak dan kurang terencana dengan baik. Sehingga hasil yang dicapai pun tidak optimal, dan hanya mengejar formalitas. Barangkali hal ini terjadi karena kita kurang mencintai kegiatan atau pekerjaan itu. Tentunya hal ini dapat dikurangi, kalau kita dapat menumbuhkan kecintaan pada pekerjaan. Sebagaimana kata filosof : Yang penting bukanlah mengerjakan apa yang engkau cintai. Tetapi mencintai apa yang engkau kerjakan.

Bapak dan ibu yang terhormat,
Sebagai penutup saya ingin mengutip pesan yang pernah saya dengar dari professor saya. Kata beliau, kita memiliki dua buah jam. Yang satu jam harian, yaitu sebagaimana yang kita pakai sehari-hari, dan yang sebuah lagi adalah jam kehidupan. Kalau ingin tahu, jam kehidupan itu, maka bagilah usia anda dengan 3. Umumya usia kita berada pada kisaran 24 sampai 36. Kalau dibagi 3, berarti jam kehidupan kita semua di sini, antara 8 sampai dengan 12. Jam 8 sampai 12 adalah masa-masa di mana kita melakukan aktifitas kehidupan fase pertama. Pada jam tersebut bapak dan ibu tentunya akan sangat aktif di kantor.

Sama juga dengan kehidupan kita. Usia 24 sampai 36 adalah usia dimana otak kita masih encer, dan mudah menerima ilmu pengetahuan baru. Ini adalah usia dimana kita mencari bentuk dan merintis karir kehidupan kita. Semoga di usia yang amat berharga ini, kita dapat berhasil merintis format karir kita di masa yang akan datang.
Wassalamualaikum Wr Wb

-------------------------
Naskah diatas hanya contoh Pidato HUT RI, 17 Agustus 2011
Artikel Terkait
Share this article now on :

21 komentar:

dafiDRiau said...

Wah, mantap nih tinggal edit sanasini dikit, selamat berpidato ya....

putri said...

waaaaaahhh . . panjang :(

Anonymous said...

mantap,,,,,,,,,,,,,,,
panjang ckaleeeeeeeee

Anonymous said...

paaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanjaaaaaaaaaaaaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaaaaaaaat

Anonymous said...

Emangnya gak terlalu panjang ya?

ronie said...

jgn pnjang2 woy ?
jari loe tu patah ................................................

iin said...

nama w iin ................
w cma mau blang ngan lma2 ngtik ny ntar jari loe putusssssssssssss .?

Anonymous said...

makasih telah membantu ... he ...

Anonymous said...

Kurang panjang bro... gw ada tugas buat pidato 17 agustus 4 lembar HVS jd msh kurang bnyk bro...

geisha said...

yang bahasa sunda dong

Anonymous said...

wew panjang banget, susah nih ngafalinnya

Anonymous said...

terimakasih atas bantuannya :)

Anonymous said...

kalo ga' pnjang ga' zeru now.......
enakan yg pnjang dunk.hehe

Anonymous said...

panjang nya . . . . . . . . . . . . . . . . . ? ? ? ? ? ?

Anonymous said...

ada yang lebih singkat?

diana.................,,,,,,,,,,,,, said...

,..kran9 pwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanjjjjjjjjjjjjjjjjjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn99999999999999999999999999999999999999999999999999,....................
bbbbrroooooooooooo,.............wwwwwwwwwwwww,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,;;;;

Putra Riau said...

Pidato 17 Agustus nya silakan dibawa pulang...

Anonymous said...

Yah gak usah diketik tinggal copy > paste selesai kan ?

Anonymous said...

maaf buat almarhum bapak pemersatu bangsa Bung Karno beserta para pahlawan, terpaksa saya tuliskan.. NKRI yang dulunya Bapak persatukan sudah di nodai Presiden penerus Bapak! jadi biarlah air mata mengalir demi kemerdekaan yang sesungguhnya karena NKRI mau bubar!

rizqi fajar said...

ah gak sesuai banget kalo dijadiin tugasss ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)​

pendidikan said...

izin copas

Post a Comment