08 September, 2008

Asmara Subuh?, Jangan Dech!

Asmara SubuhBAGI umat muslim bulan Ramadan adalah bulan yang sangat di nanti-nanti. Karena di bulan Ramadan inilah untuk menimba segala amal dan pahala. Namun disisi lain, sebagian para remaja bulan Ramadan dijadikan ajang jalan-jalan pagi selepas sahur dan salat subuh, yang lebih dikenal dengan sebutan Asbuh (asmara subuh).Padahal Asbuh nggak pernah sama sekali tercatat dalam hukum Islam ataupun hukum negara sebagai suatu hal yang sangat perlu dan penting. Maka timbul pertanyaan apakah Asbuh ini dinilai perlu dan memiliki nilai positifnya ? Inilah komentar mereka tentang positif tidaknya Asbuh itu.

Menurut Halimah siswi kelas 3 SMK Farmasi Ikasari, sepengetahuannya Asbuh itu adalah jalan-jalan sehabis salat subuh yang dilaksanakan bersama teman-teman dengan tujuan menghabiskan waktu pagi dengan olahraga agar tidak kelelahan menjalankan puasa. Namun itu semua diketahuinya bukan karena dia menyukai kegiatan asbuh tersebut, melainkan hanya mendengar cerita-cerita dari teman-temannya di sekolah.

Halimah mengaku Asbuh itu bukanlah kegiatan penting yang harus dilaksanakan. Menurut Halimah Asbuh itu lebih banyak dampak negatif yang akan didapatkannya dibandingkan dampak positifnya. Salah satu dampak negatifnya adalah dapat melakukan hal-hal yang tidak baik dibulan Ramadan ini dikarenakan banyak yang menggunakan jam Asbuh itu untuk bertemu dengan pacarnya.

‘’ Namanya saja sudah Asbuh, asmara subuh. Jelaslah sudah tentu bertemu pacar. Bulan puasa mana baik seperti itu,’’ ujar Halimah.

Lain lagi komentar Bambang Irwan Syaputra siswa kelas 1 SMPN 23 Pekanbaru yang mendefinisikan Asbuh dengan acara jalan-jalan untuk beolahraga pagi. Awal cowok manis ini mengetahui Asbuh cukup baru yakni dari teman-temannya pada bulan Ramadan tahun lalu. Bambang menuturkan melaksanakan Asbuh sehabis salat subuh hingga pukul 07.00 WIB dengan berjalan kaki dari masjid didekat rumahnya di Jalan Ikhlas menuju Universitas Riau (Unri), di tempat ini banyak remaja berkumpul sehabis salat subuh. Ditanya tentang penting atau tidaknya Asbuh. Baginya Asbuh itu sangat penting karena dia bisa diejek teman-temannya kalau tidak mengikuti Asbuh setiap paginya.

Hamzah siswa SMAN 2 Pekanbaru juga menyampaikan komentarnya tentang Asbuh. Menurutnya Asbuh itu merupakan kegiatan yang tidak terlalu penting. Karena dia menganggap Asbuh akan menghabiskan tenaganya lebih cepat sehingga dia akan merasa lelah setelah Asbuh pada pagi harinya. Meskipun demikian dia mengakui sempat sangat menyukai aktivitas Asbuh semasa SMP karena dilaksanakan bersama teman-teman dan juga sekalian ketemu pacar.

Senada dengan itu, Yovi Gusvita, Mahasiswi Fakultas Hukum Unri, menyatakan kalau Asbuh itu menurutnya jalan-jalan sehabis Salat Subuh pada bulan puasa bareng pacar atau sohib.

Dia bilang tau Asbuh dari temannya. Temannya bilang nggak tau darimana asalnya Asbuh ini. Emang dari kecil udah sering ikut-ikutan jalanin Asbuh ini katanya.. Kegiatan ini dilakuinnya setiap pagi, sehabis Salat Subuh dan menjelang tergelincirnya matahari. ‘’Yah sih, dari pada tidur, mendingan jalan, itung-itung sebagai pengganti olahraga gitu,’’ ungkapnya ramah.

Nah, cowok ganteng Mahasiswa UIR ini juga ikut nimbrung komentar. Namanya Arif. Ia bilang, Asbuh tuh penting banget buat cari-cari. Hayo cari-cari apa nih? ‘’Jangan salah sangka dulu dong, kalau aku sih manfaatin Asbuh ini, buat cari kenalan baru, relasi baru, udara baru sekalian buat ilangin suntuk. Lagian, biasanya kalau nggak bulan Ramadan, aku jarang banget keluar subuh-subuh.

Makanya, aku manfaatin moment ini untuk membiasakan diri bangun subuh, sekalian kumpul bareng ma temen-temen satu komplek dan kadang dijalan aku sering ketemu dengan teman-teman lama,’’ akunya.

Teman dekatnya Arif, Miftahul Jannah, Mahasiswi Fekon UNRI langsung menyela, nggak yakin banget deh, kalau asbuh tuh cuma cari kenalan baru. ‘’Palingan si-cowok tu cari-cari cewek baru. Hayo ngaku ajah deh,’’ tembaknya pada Arif. Namun, si Arif hanya bisa tersipu malu sambil menggigit bibirnya dan menahan rona merah di wajahnya.

Lantas, penting nggak sih Asbuh itu? Feni septriani deaz, Siswi Diniyah Putri kelas XII MTS ini angkat bicara. ‘’Menurut aku asbuh itu gak penting-penting amat sih karena biasa nya aku dan temen-temen cuma jalan-jalan trus nyari tempat yang asyik buat nongkrong, jadi kalau emang niat banget pergi, ya aku pergi. Kalau lagi malesnya yah mending di rumah aja. Daripada dilempari melulu pake petasan ama anak-anak cowok berandalan itu,’’ ungkapnya dengan nada sebel.

Nah, Kalau soal petasan kayaknya si Richal biang keroknya. Siswa kelas IX.4, SMP 8 Pekanbaru ini, suka jahilin cewek-cewek dengan petasan. Petasan tersebut dibelinya dari tukang mercun kenalannya. Kadang, kalau timbul niat isengnya, si Richal paling hobi lemparin cewek-cewek ama senjata pamungkasnya itu. Kadang, bikin si cewek menjerit histeris ketakutan. ‘’Aaakk...Ihh... sebel,’’ ungkap Richal menirukan suara si cewek yang pernah dijahilinnya.

Kadang, kalau lagi apes si Richal sempat ketahuan ama Polisi yang lagi patroli dan dia pernah lari terpingkal-pingkal ketika mendengar teriakan sinyal polisi. ‘’Pokoknya kalau nggak ada polisi mah aku berani jahilin mereka. Khan nggak ada yang jaga,’’ celotehnya tanpa merasa bersalah.

Dasar rese ni cowok,’’ bela Indah untuk kaumnya. Indah sempat bilang mendingan lakuin hal yang positif deh saat asbuh. ‘’Yah seperti tadarusan, atau apa kek gitu,’’ nasehatnya pada Richal.

Dan mengenai pengaruh positif dan negatifnya asbuh ini, Almumni Mahasiswi Tekhnik Sipil Unri, yang tinggal di Kuansing ini numpang komentar. Baginya selama niat memang baik, maka nggak bakal ada pengaruh negatifnya.

‘’Yang penting jangan ngelakuin hal-hal yang negatif la, seperti godain cowok atau dijadiin ajang untuk pacaran. yah, Asbuh itu boleh sih! Asal jangan sampai berbuat zina. Zina disini, maksudnya jangan sampai berzina mata, mulut, fikiran atau yang lainnya. Ya seperti ngomongin orang yang nggak-nggak, atau suka liatin hal-hal yang nggak penting dilihat. Yang pasti kita sama-sama ngerti lah,’’ celotehnya panjang lebar.

Yapz bener banget! Aku setuju tuh! dukung Adi Tri Wibowo, Siswa kelas II Usaha Jasa dan Pariwisata (UJP), di SMKN 1 ini. Cowok manis ini paling suka habisin Asbuh dengan tadarusan di masjid. Selain nambah pahala, juga bikin kita terbiasa bangun subuh. Kadang, cowok idola di sekolahnya ini mengaku sering juga jalan-jalan keliling komplek atau ke pusat kota. Untuk cuci mata katanya.

‘’Yah, palingan Adi ngabuburit di seputaran Kantor Gubernur, karena disini, paling dikenal sebagai tempat ajang ngumpulnya remaja Pekanbaru, setiap tahunnya di kala subuh. yah! tempat asbuh lah gitu,’’ jelas nya.

Yang pasti, Cowok yang memiliki suara merdu ini, setuju aja dengan aktivitas Asbuh, asal nggak rugiin orang lain dan bermafaat bagi kita. Setuju nggak?,’’ ungkap Adi semangat. Nah! udah denger kan, cuap-cuap teman-teman kamu tentang positif dan negatifnya asbuh. Sekarang, tergantung ama kamunya. Apakah kamu isi suasana asbuh dengan tabungan pahala, atau kamu lebih suka jalanin asbuh dengan perbuatan negatif yang bikin dosa dan bikin puasa kamu sumbing. Hayo.. pilih yang mana?
(Shahid/Enda/Wido/nto)
Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment