17 July, 2008

Wanted, Looser Berdarah Pembunuh

Wanted, Looser PembunuhPUNYA bos menyebalkan, tinggal di kawasan kumuh dekat rel kereta api, pacar berselingkuh, hal-hal itu sangatlah cukup membuat hidup Wesley Gibson (James McAvoy) penuh derita. Berbagai tekanan tersebut juga membuatnya harus terus bergantung pada sebotol pil pereda rasa panik.


Wesley sangat paham bahwa dirinya adalah looser. Tapi, dia tak tahu bagaimana mengubah keadaan.

Suatu ketika, datanglah secercah harap untuk keluar dari lingkaran derita. Semua berawal dari kedatangan Fox (Angelina Jolie). Wanita cantik itu bertugas menyelamatkan nyawa Wesley. Sebab, ada orang yang dendam kepada mendiang ayah Wesley dan mengincar nyawa si looser.
Ternyata, ayah Wesley adalah mantan anggota kelompok pembunuh rahasia, The Fraternity. Fox juga anggota kelompok tersebut.

Entah kabar baik atau buruk, Wesley ternyata mewarisi keahlian ayahnya sebagai pembunuh profesional. Jalan untuk mengubah hidup terbentang di depan mata. Wesley setuju bila dilatih menjadi pembunuh andal. Dengan bantuan Fox dan Sloan (Morgan Freeman), dia yang awalnya seorang account manager berubah menjadi pembunuh andal. Berhasilkah Wesley mengubah hidupnya?

Sebagai sebuah film bertema pembunuh bayaran, Wanted tentu punya banyak adegan baku hantam. Mulai yang cuma bikin penonton melotot sampai yang membuat tutup mata. Efek slow motion menambah ngilu film adaptasi komik berjudul sama itu. Efek tersebut membuat penonton lebih bisa larut ketika salah seorang tokoh kena pukulan maut.

Dengan begitu, Wanted seolah menjadi galeri action. Frame orang menembak ada di mana-mana. Sang sutradara Timur Bekmambetov memang punya banyak ide soal gaya menghabisi nyawa orang.

“Seperti ada seratus ide berkecamuk dalam otakku. Semuanya mengenai adegan perkelahian yang bakal muncul. Hasilnya, lahir banyak hal baru yang belum pernah disaksikan orang.

Aku ingin menempatkan penonton dalam setiap aksi. Tidak hanya duduk dan melihat. Aku ingin berkomunikasi dengan audience, menjadi penyampai cerita yang baik,” ujar pria yang juga menyutradarai Night Watch tersebut.
Pengambilan angle yang berbeda oleh sutradara juga menarik perhatian aktor utama pemeran Wesley Gibson, James McAvoy. “Aku merasa terkejut atas apa yang Bekmambetov minta kulakukan. Sangat tidak biasa. Tapi, secara umum, semua itu adalah yang terbaik untuk membuat filmnya menjadi lebih berbobot,” katanya.

“Bekmambetov benar-benar punya pemikiran berbeda dari kebanyakan sutradara film. Aku rasa, dia campuran antara gila dan genius. Hasil kerjanya benar-benar keren dan tidak biasa. Dalam adegan apa pun, dia selalu mengambil dari sudut pandang berbeda dan tidak biasa. Aku sangat menghormati gayanya itu,” ucap aktor yang juga berperan dalam Atonement itu. (hbk/berbagai sumber)
Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment