30 July, 2008

Mati Lampu, No Day Without It!

“Alhamdulillah!” tiba-tiba seisi rumah bersorak gembira. Pasalnya, setelah 3 jam gelap-gelapan, pengap-pengapan, dan jadi mangsa empuk nyamuk-nyamuk nakal, akhirnya lampu hidup lagi. Syukur! Syukur!

Ada tren baru di Pekanbaru. Heboh tren ini bahkan juga terjadi di berbagai daerah Riau. Listrik padam. Yup, kalo mengikuti tren fesyen kita-kita jadi fashionable. Tapi kalo tren yang satu ini yang terjadi malah bikin bête dan sebel.

Pemadaman listrik bergilir ini pun bukan tanpa alasan. Kata orang PLN (seperti dikutip dari Riau Pos, red), pemadaman ini terpaksa dilakukan karena pemasok listrik untuk daerah Riau mengalami kerusakan dan juga debit air di PLTA Koto Panjang semakin turun. Makanya tiap hari kita kebagian ‘jatah’ maksimal 3 jam pemadaman arus listrik. Kata-katanya sih, pemadaman ini bakal sampe Oktober. Wah, wah, wah kalau Xpresi tidak salah hitung, itu sekitar 300 jam gitu deh.

Pemadaman Listrik yang terjadi ini ternyata menyimpan suka duka tersendiri bagi responden Deteksi Xpresi. Seperti komentar Aulia Nazra, siswi SMAN 2 Tambang Pekanbaru. “ Sejak musim mati lampu ini aku jadi punya hobi baru, yaitu baca novel ditemani cahaya lampu teplok.”

Dia bilang, baca novel saat mati lampu ditemani lampu teplok ternyata punya kenikmatan tersendiri lho! “Asyik juga ternyata. Cobain deh,” tuturnya. Tapi doski mengaku sebel juga karena sekarang listrik mati setiap hari. Ujung-ujungnya, Aulia jadi harus sering-sering membeli minyak tanah untuk lampu teploknya. “Kalo keseringan mati lampu, duitku bisa cepat abis dong buat beli minyak tanah. Mana minyak sekarang mahal, udah gitu dapetinnya susah pula, cape deh,” sungutnya.

Mutiara, cewek SMA Al-Huda Pekanbaru juga punya komentar. Doski yang tidak bisa lepas dari ponsel kesayangannya ini bilang, usah kesel banget dengan listrik yang byar pet melulu. Apalagi kalo listrik mati pas ponselnya low-bat. “Aku kan jadi nggak bisa SMS-an. Sebel banget deh. Tapi ada juga hikmahnya, karena belakangan aku jadi lebih hemat pulsa juga,” katanya sambil tertawa.

Sementara bagi penggila nonton seperti Mega Febriani, mahasiswi Universitas Riau jurusan ilmu komunikasi, mati lampu merupakan musibah bagi hobinya. “Iya aku jadi sedikit harus mengurangi hobi nontonku ini. Soalnya percuma aja udah capek-capek nyewa DVD, tapi malamnya mati lampu. Sia-sia deh DVD-nya jadi nggak bisa ditonton,” kata cewek yang sedang mengikuti kuliah matrikulasi ini pada Xpresi.

Main Api Itu Asyik

Lain lubuk lain pula ikannya. Saat yang laen pada kesel, Angga, cowok blasteran Indonesia dan Belanda yang sedang menghabiskan liburannya di Indonesia ini malah keheranan kenapa setiap hari di Indonesia mati lampu. Sementara di negara asalnya hal seperti ini tidak pernah terjadi.

“Saya jadi tidak bisa main game di PSP kalo siangnya lupa mengisi baterainya. Suntuk sih, tapi biasanya kalo mati lampu tiba, apalagi malam hari saya suka mengumpulkan sampah lalu menyalakan api,” kata Angga yang diterjemahkan ibunya karena doski nggak bisa berbahasa Indonesia.

Angga mengaku emang suka sekali main api. Setiap pulang ke Indonesia, yang selalu saya cari yaitu korek api. Jadi kalo mati lampu, doski malah girang banget. Ih, aneh banget ya!

Sang bunda cerita, empat tahun lalu saat mereka pulang ke Indonesia, nggak ada pemadaman listrik bergilir.
“Tapi kok sekarang listrik mati terus ya,” kata sang bunda terheran-heran.

Yahya, alumni SMAN 5 Pekanbaru ngaku prihatin banget dengan pemadaman listrik. Tapi menurut doski, daerah lain juga byar pet lho. “Pekan lalu aku baru pulang dari Padang, ternyata di sana juga terjadi pemadaman listrik bergilir juga,” tutur Ifdal Yahya yang kini sedang menanti hasil pengumuman SNMPTN ini.

Tapi cowok kalem ini bilang, ada hikmahnya juga listrik yang byar pet begini. Kalo mati lampunya malam-malam, doski biasanya menghilangkan suntuk dengan main gitar.

“Soalnya kan suasananya hening, aku jadi konsentrasi main gitarnya. Bahkan terinspirasi ciptain lagu deh,” ujar cowok yang hobi bermusik ini.

Tapi, doski buru-buru menambahkan,” Yang pasti lagu yang aku ciptain itu bukan lagu tentang mati lampu lho,” katanya sambil tertawa ngakak.

Mati lampu emang menyisakan suka dan duka. Kita tunggu saja langkah selanjutnya dari pemerintah dan PLN untuk mengatasinya. Kita udah ngerasain kalau mati lampu itu menyedihkan, semua kegiatan kita jadi tertunda. So guys, kayaknya sudah saatnya kita harus menghemat pemakaian listrik. Setuju kan?! ( Tari & Gita- CCMD)
Artikel Terkait
Share this article now on :

1 komentar:

globalsejahtera said...

SAAT LISTRIK PLN PADAM BISNIS ONLINE DAN KOMPUTER/SERVER PULSA DAN PERALATAN LISTRIK ANDA TETAP MENYALA HINGGA 6 JAM,Harga Pasar 4 juta belum termasuk aki,Harga Kami mulai 990.000,-,Belum termasuk ongkos kirim,Dilengkapi Auto Charger Aki,Arus stabil,Tidak berbau asap,tidak berisik dan tidak menimbulkan suara gaduh,BIASA UNTUK Listrik dikantor,KOMPUTER,PEBISNIS ONLINE,Server Pulsa,,dlll,GARANSI SERVICE,Info : www.listrikinverter.blogspot.com

Post a Comment