28 June, 2008

Tasya Peduli Lingkungan

MASIH ingat dengan artis cilik yang pernah mempolulerkan lagu tersebut. Selain lagu tersebut gadis tembem ini juga perna populer dengan lagu anak gembala. Sekarang, mantan artis cilik ini mengaku lebih cinta lingkungan, apa lagi sejak maraknya kasus pemanasan global ini.

Dan Ternyata tidak hanya aktivis lingkungan atau orang-orang dari Kementerian Lingkungan Hidup saja yang peduli akan lingkungan hidup, penyanyi cilik Tasya pun punya kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup di Jakarta.


Hal itu terbukti oleh pertanyaan khas anak kecil yang dia lontarkan dalam acara ‘Malam Adopsi Pohon’ sebagai rangkaian ‘Pekan Ceria Anak Cinta Lingkungan’ di Kemang, Jakarta Pusat, Selasa malam.

‘’Sebenarnya lebih penting mana sih antara gedung-gedung tinggi dengan pohon tinggi di Jakarta?,’’ ujar tasya lantang bertanya pada semua hadirin dalam acara ‘Malam Adopsi Pohon’ itu.

Kontan semua hadirin terdiam dan terhenyak mendengar pertanyaan Tasya yang malam itu menjadi pembawa acara bersama dengan Farhan. Semua hadirin pun terdiam tanpa bisa menjawab. ‘’Hayo siapa yang bisa menjawab pertanyaan Tasya,’’ kata Farhan meminta jawaban kepada semua hadirin termasuk kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Rachmat Witoelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, aktivis lingkungan Erna Witoelar yang hadir pada acara itu.

Akhirnya Meneg LH Rachmat Witoelar pun berdiri dan menuju panggung untuk menjawab pertanyaan si pelantun lagu Aku Adalah Anak Gembala dan Ambilkan Bulan itu.
‘’Begini Tasya, sebenarnya sudah ada aturan dalam tata ruang kota bahwa 30 persen dari luas seluruh kota diperuntukkan bagi jalur terbuka hijau seperti hutan kota,’’ kata Menteri LH dengan ramah kepada tasya.

Rachmat melanjutkan sudah semestinya ada keseimbangan antara jumlah gedung-gedung tinggi di Jakarta dengan pohon-pohon hijau sebagai paru-paru kota. Dede Yusuf yang hadir sebagai anggota DPR RI Komisi VII dalam acara itu pun juga ikut membantu Meneg LH menjawab pertanyaan Tasya. ‘’Memang sebaiknya mal-mal di Jakarta dihentikan dulu pembangunannya. Buat dulu taman-taman di tengah kota,’’ kata Dede.

Taman-taman kota itu, lanjut artis film itu, akan menjadi paru-paru kota yang memasok oksigen bagi masyarakat Jakarta. Tasya pun mengangguk-anggukan kepalanya tanpa tahu apakah dia mengerti atau malah bingung dengan penjelasan itu. Namun, disela-sela gumamnya ia ingin mengungkapkan kepada publik kalau ia sangat peduli dengan lingkungan. Saking pedulinya pada tanaman ciptaan Tuhan ini, Tasya sangat mengutuk orang-orang yang suka menebang hutan sembarangan, apalagi bagi pelaku illegal logging. ‘’Tasya tak suka banget pada mereka,’’ ungkapnya tegas.

Tak Takut Puber
Usia penyanyi berwajah imut, Tasya, sudah menginjak 12 tahun. Sudah menjelang masa puber. Takutkah Tasya? ‘’Kenapa harus takut,’’ ujarnya pasti. Menurutnya, masa puber bukan sesuatu yang perlu ditakuti. ‘’Kalau sudah waktunya pasti nggak bakalan apa-apa,’’ ujarnya.

Meski belum akil baligh, Tasya sudah mempersiapkan diri jika suatu saat mendapatkan masa itu. ‘’Kan Tasya nggak sendirian, ada mama, juga ada tante, yang siap membantu kalau nanti dapet,’’ paparnya. Tasya yang terlihat masih mungil ini juga tidak merasa takut akan kehilangan masa kecilnya. ‘’Selama ini, kalau lagi syuting atau lagi rekaman, waktu break dibuat main. Tasya merasa nggak kehilangan masa kecil tuh,’’ ungkapnya manja.

Tidak terganggu dengan badan yang bisa dibilang gendut?
‘’Nggak masalah, yang penting sehat,’’ urainya sambil tersenyum. Kehadiran artis cilik di acara ulang tahun salah satu stasiun TV swasta beberapa waktu lalu, ini menjadi sorotan berbagai media infotainment. Meski demikian gadis cilik yang sukses dengan albumnya Gembira Berkumpul dengan lagu hits-nya Jangan Takut Gelap ini dengan tenang melayani para wartawan. Apalagi ada yang bertanya tentang cowok. Saat ditanya seperti itu, Tasya malah tersipu-sipu. ‘’Kok tanyanya gitu sih? Belum ada kok,’’ katanya ngeles.

Saat ini Tasya tidak mau terlalu sibuk, karena dia sedang menyelesaikan studinya di SD. Artis cilik yang baru menyelesaikan sinetron enam episodenya, Zyika si Penyihir Cilik ini, tengah mempersiapkan diri masuk SMP. ‘’Mulai ujian masih Mei sih, tapi aku sudah harus siap,’’ ujarnya.

Artis cilik yang mulai ngetop karena membintangi iklan pasta gigi ini, hanya akan menerima tawaran mengisi acara-acara di Jabotabek. ‘’Untuk sinetron dan rekaman belum ada lagi,’’ ucapnya.

Shafa Tasya Kamila atau yang populer memiliki nama Tasya adalah mantan penyanyi anak yang kini mulai menginjak usia remaja. Tasya yang lahir di Jakarta, 22 November 1992 itu, mengawali debutnya di pangung hiburan pada Agustus 1997 lewat model iklan sebuah produk susu.

Beberapa saat kemudian, bocah imut itu banyak tampil membintangi sejumlah iklan dan berperan dalam sinetron dan film. Tasya tercatat pernah membintangi sinetron Takdir, film TV Kupu-Kupu Ungu dan Nyanyian Burung, yang mengantarkan dirinya meraih penghargaan Goled Award pada Festival Film Anak di Kairo, Mesir.

Pada 2000, putri pasangan Gatot Permadi Joewono dan Isverina kemudian mengikuti audisi Sony Music dan menandatangani kontrak untuk satu tahun. Tak lama kemudian, pecinta boneka Barbie ini menelurkan album Libur Telah Tiba (2000), Gembira Berkumpul (2001), Ketupat Lebaran (2001), Istana Pizza (2003) dan Bed Time Stories (2003). Khusus untuk album Libur Telah Tiba karya AT Mahmud itu, berhasil terjual hingga 350.000 copi.

Tasya sendiri adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, kakanya masing-masing bernama Muhammad Fatha Permana dan Dhenia.(nto/net)

Artikel Terkait
Share this article now on :

0 komentar:

Post a Comment