Skip to main content

Imput Lembaga Pendidikan Guru

Oleh : Isjoni

BERBICARA tentang pendidikan, merupakan pembicaraan yang tidak berujung dan berpangkal, serta fenomena yang tidak akan habis-habisnya untuk didiskusikan. Dan dari mana kita harus memulainya, dan siapa yang ikut bertanggungjawab dan memikul beban berat tersebut, dan kapan akan dimulainya, serta berapa waktu untuk nencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang diharapkan, kemudian bagaimana solusi terhadap berbagai persoalan yang melanda dunia pendidikan kita. Maka banyak hal yang berkait kelindan yang melingkup persoalan dunia pendidikan, di manapun di dunia ini, dan khususnya dinegeri kita tercinta. Kita harus menemukan obat mujarab dan kita temukan sitawar dan sidingin untuk mencaritahu strategi mengobati dunia pendidikan kita.

Salah satu upaya yang harus kita lakukan adalah memfokuskan input guru, dan yang tak kalah pentingnya adalah strategi kita calon guru yang memilih LPTK sebagai pilihannya. Pola rekruitmen mahasiswa melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), khusus untuk LPTK perlu dikaji ulang.Perlu kita pertimbangan kembali pola rekruitmen untuk calon guru yang ingin melanjutkan ke lembaga pendidikan guru, maka diperlukan berbagai persyaratan, semua kriteria - yang dipersyaratkan harus dimiliki oleh calon guru. Misalnya, dari aspek kompetensi, calon guru yang dapat diterima harus meroiliki nilai tinggi dan mendapat minimal tiga besar, kemudian dilakukan lagi tes kemampuan, bila lulusan baru diterima sebagai siswa atau mahasiswa calon guru, aspek performance, calon guru terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap penampilan, karena penampilan ini sangat menentukan layak dan tidaknya seseorang menjadi guru.

Penampilan seseorang calon guru harus sesuai dengan persyaratan, misalnya cara berjalan, cara duduk, cara berkomunikasi dengan gerakan tubuh, serta raut dan mimik wajah dikala berhadapan dengan audiensi. Aspek kemampuan berkomunikasi, sangat diperlukan, bagaimana kemampuan seorang calon guru dalam berkomunikasi di dalam proses pembelajaran, berkomunikasi dengan murid-murid, dengan guru-guru atau audien. Disamping itu, perlu pula dilakukan tes psikologi, dengan tes ini dapat ditemukan tingkat intelegensi dan daya nalar calon guru.

Persoalan yang mungkin timbul, dan menjadi pertanyaan adalah, kapan pelaksanaan tes seperti disebutkan di atas ? dan selama ini hal-hal seperti disebutkan di atas tidak pernah dilakukan. Oleh sebab itu jangan heran dan tidak mustahil lulusan LPTK tidak memenuhi persyaratan di atas, dan mungkin saja akan lolos calon guru yang memiliki cacat jasmani bahkan rohani. Maka dari itu, ke depan hendaknya hal-hal ini akan menjadi perhatian pengambil keputusan. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan tes sebelum dilakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Cara yang dapat dilakukan, manakala calon mahasiswa baru yang berniat mendaftar pada LPTK, maka yang bersangkutan terlebih dahulu dilakukan tes atau seleksi baik psikologi, uji terampil maupun perfomance.Untuk diketahui, bahwa uji atau seleksi yang dilakukan bukan sebagai indikator lulus atau tidaknya seseorang. Akan tetapi lulusan seseorang ditentukan dari ujian yang dilakukan melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru, dan bukan dari tes yang dilakukan melalui tes psikologi, uji terampil dan performance.

Kita berusaha dari waktu ke waktu melakukan berbagai perubahan dan perencanaan di dalam menenentukan input para calon guru, dan kita tidak ingin lulusan LPTK tidak bermutu, dan menghasilkan para pencari kerja dan bukan sebagai pendidik sejati yang benar-benar memiliki sikap mental dan moralitas tinggi di dalam mewujudkan guru bermutu dan pendidikan bermutu.Oleh sebab itu, input calon guru yang dididik di LPTK benar-benar memiliki kualifikasi dan kompetensi yung handal dan teruji, dan benar-benar memilih profesi guru sebagai pilihan batin dan panggilan hatinya. Menyadari bahwa profesi guru penuh dengan tantangan dan sanggup menghadapi tantangan tersebut.

Kata orang bijak, bahwa ada korelasi positif antara input dengan output, artinya bila calon mahasiswa yang masuk LPTK memiliki kemampuan dan memilih LPTK sebagai pilihan utama dan utama, serta merupakan pilihan yang keluar dari hati nuraninya, maka hasil keluarannya akan bermutu, dan tentunya akan berdampak kepada proses pembelajaran yang dilakukan terhadap anak didiknya juga bermutu, serta basil keluaran dari proses pembelajaran juga akan bermutu pula.

Kiranya input calon guru inilah yang perlu diperhatikan, katannya, mengajar terhadap bibit, bebet dan bobot SDM yang bermutu, tidak sesukar dari sebaliknya. Yang sukar dan perlu kerja keras itu adalah membina, melatih dan mengajar SDM yang belum atau tidak bermutu menjadi lebih bermutu, itu pekerjaan yang memerlukan proses dan berkesinambungan serta penuh kesabaran. Berbekal dari berbagai pengalaman sssejaaraah, hahwa iput calon guru yang akan memilih LPTK sebagai pilihannya, haruslah benar-benar memiliki kemampuan, performance, dan motivasi tinggi untuk benar-benar menjadi guru bermutu kelak. Karena ke depan negeri kita memerrlukaaan SDM bermutu, dan untuk dapat mewujudkan hal tersebut tidak lain melalui pendidikan, dan tentunya akan berdampak kepada guru yang bermutu pula. Semoga.

Comments

Paling Banyak Dibaca